Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah ﷺ Bersama Abu Bakar

Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah ﷺ Bersama Abu Bakar – Malam sudah semakin larut, para pemuda kafir Quraisy mencoba mengintip dari sebuah celah ke tempat tidurnya Nabi. Mereka melihat ada sesosok tubuh yang tertidur di tempat tidurnya, merekapun merasa aman karena sang Nabi masih berada di tempatnya. Selang beberapa saat, Allah SWT menakdirkan para pemuda itu tertidur. Akhirnya Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar bisa menyelinap keluar dan pergi meninggalkan kota Mekah. Mereka berdua bertolak mengambil arah selatan menuju Gua Tsur. Disinilah Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar dimulai untuk menyebarkan Islam.

Kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram ada sebuah gunung kecil yang biasa disebut Jabal Tsur. Di atas puncak Jabal Tsur tersebut ada Gua Tsur, tempat yang telah dijadikan perlindungan oleh Nabi Muhammad ﷺ beserta sahabatnya Abu Bakar RA dari kejaran kaum kafir Quraisy. Kala itu di tahun 622 Masehi, Rasulullah berniat hijrah ke kota Madinah yang lebih kondusif untuk penyebaran Islam. Tidak rela Islam menyebar lebih luas ke luar Mekah, maka kaum kafir Quraisy mengejar untuk menghalang-halangi niat Rasulullah. Di saat terdesak inilah, Allah SWT melalui perantaranya malaikat Jibril memberikan petunjuk agar Rasulullah dan Abu Bakar berlindung ke dalam Gua Tsur. Akhirnya mereka berdua berlindung di dalam Gua, di Jabal Tsur yang tandus selama tiga hari tiga malam.

Peristiwa pertolongan Allah SWT atas Rasulnya Muhammad Saw dan Sahabatnya Abu Bakar di Gua Tsur telah diabadikan di dalam firmanNya, dalam surat At-Taubah ayat 40 berbunyi:

Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar – QS. at-Taubah : 40

”Bila kamu tdk mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya: ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantu-nya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Ketakutan kaum kafir Quraisy akan hijrahnya Nabi Muhammad ke kota Madinah guna untuk menyebarkan Islam dan khawatir akan terganggunya perdagangan mereka dengan syam, akhirnya mereka para kaum kuffar berencana untuk membunuh Rasululoh pada malam hari. Kaum kafir Quraisy bersiaga dan mempersiapkan pemuda-pemuda tangguh untuk berjaga dan membunuh Nabi Muhammad SAW.

Setelah Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad untuk berhijrah, disinilah mulai kisah yang penuh bahaya, demi kebenaran dan mempertahankan kalimat Tauhid. Rasululloh SAW kemudian pergi ke rumah Abu Bakar dan memberitahukan perihal hijrah tersebut, lalu memintanya untuk menemani dalam hijrah tersebut.

Abu bakar telah menyiapkan dua ekor unta yang sebelumnya sudah diserahkan untuk dipelihara oleh Abdullah bin Uraiqiz. Kemudian Rasulullah bersama Abu Bakar siap-siap untuk meninggalkan kota Mekah, mereka yakin bahwa Quraisy akan membuntuti dari belakang. Dengan kecerdasan Nabi Muhammad SAW, akhirnya memutuskan akan menempuh jalan lain dari yang biasanya, juga akan berangkat bukan pada waktu seperti biasanya.

Malam telah tiba, Pemuda-pemuda tangguh yang telah disiapkan oleh kafir Quraisy untuk membunuhpun sudah mengepung kediaman Rasulullah SAW, karena dikhawatirkan ia akan lari. Namun Rasulullah SAW sudah mempunyai strategi yang jitu untuk mengelabui makar mereka. Rasulullah SAW telah memerintahkan sahabat Ali bin Abi Thalib agar memakai mantel hijau yang biasa Rasulullah SAW pakai dan kemudian disuruh berbaring di atas tempat tidurnya.

Malam sudah semakin larut, para pemuda kafir Quraisy mencoba mengintip dari sebuah celah ke tempat tidurnya Nabi. Mereka melihat ada sesosok tubuh yang tertidur di tempat tidurnya, merekapun merasa aman karena sang Nabi masih berada di tempatnya. Selang beberapa saat, Allah SWT menakdirkan para pemuda itu tertidur. Akhirnya Rasulullah SAW bersama Abu Bakar bisa menyelinap keluar dan pergi meninggalkan kota Mekah. Mereka berdua bertolak mengambil arah selatan menuju Gua Tsur. sesampainya di Gua Tsur, merekapun beristirahat di dalamnya.

Tidak ada seorangpun yang mengetahui kemana persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar, selain Abdullah bin Abu Bakar dan kedua putrinya Aisyah dan Asma, serta pembantu mereka ‘Amir bin Fuhaira. Abdullah yang ditugaskan untuk berada di tengah-tengah Quraisy untuk mendengar segala pemufakatan mereka terhadap Muhammad, yang kemudian di malam harinya baru disampaikan segala berita yang didapat kepada Rasul dan ayahnya. Sedangkan ‘Amir bertugas untuk menggembalakan kambingnya Abu Bakar di pagi hari dan mengistirahatkannya di sore hari, kemudian memerah susu dan menyiapkan daging. Jika Abdullah bin Abu Bakar keluar menemui Rasulullah dan ayahnya, maka ‘Amir mengikutinya dengan membawa kambing guna menghapus jejak langkahnya.

Leave a reply